Inilah 7 Tips Merawat Radiator Mobil yang Tepat

Inilah 7 Tips Merawat Radiator Mobil yang Tepat

Merawat radiator mobil adalah kegiatan rutin yang perlu Anda lakukan agar kendaraan tetap awet dan berfungsi dengan baik. Radiator berfungsi untuk menjaga suhu mesin agar tidak overheat.

Overheat adalah kondisi yang perlu segera ditangani karena bisa merusak komponen pada mesin. Perawatan mobil secara tepat dapat mencegah masalah pada radiator mobil seperti kebocoran, korosi, dan penyumbatan yang bisa mengganggu kinerja mesin.

Tips merawat radiator mobil, Sumber: otomotif.kompas.com

Tips merawat radiator mobil, Sumber: otomotif.kompas.com

Tips Merawat Radiator Mobil

Agar radiator pada mobil bisa berfungsi dengan baik Anda perlu melakukan perawatan rutin seperti memeriksa cairan pendingin dan membersihkannya secara berkala. Untuk lebih jelasnya berikut adalah tata cara merawat radiator mobil secara tepat.

1. Isi Cairan Radiator Harus Sesuai Standar

Pastikan Anda selalu mengisi cairan radiator sesuai dengan standar yang tertera pada buku panduan. Cairan radiator memiliki formulasi khusus yang dirancang untuk melindungi mesin dari overheat dan korosi. 

Cairan pendingin yang tepat mengandung bahan khusus yang membantu menjaga suhu mesin tetap stabil dalam berbagai kondisi, serta melindungi komponen radiator dan mesin dari kerusakan akibat korosi.

Mengisi air radiator dengan air minum atau air mineral tidak disarankan karena keduanya tidak mengandung bahan kimia yang diperlukan untuk menjaga mesin agar tetap terlindungi. Air keran juga dapat meninggalkan residu mineral yang dapat menyumbat saluran pendingin.

2. Tutup Radiator dengan Rapat

Tips merawat radiator sebenarnya cukup mudah. Salah satunya yaitu dengan menutup radiator secara rapat. Radiator yang tidak tertutup rapat dapat menyebabkan kebocoran pada sistem pendingin. 

Tutup yang kendur atau rusak juga dapat mengakibatkan tekanan yang ada di dalam sistem pendingin menjadi tidak stabil. Pada akhirnya hal itu dapat menyebabkan kebocoran atau bahkan mesin mengalami overheat.

Kebocoran yang tidak segera ditangani biasanya akan membuat mesin dan komponen lainnya rusak. Oleh karena itu jika tutup terdeteksi kendur atau rusak, segera ganti dengan yang baru untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. 

3. Menjaga Volume Air Radiator

Menjaga volume air pada radiator mobil sangat penting karena air berfungsi sebagai media untuk menyerap panas. Ketika mesin beroperasi, suhu di dalam ruang bakar dan bagian-bagian mesin lainnya akan meningkat. 

Air yang beredar dalam sistem pendingin menyerap panas yang dihasilkan mesin dan kemudian dialirkan ke radiator untuk didinginkan sebelum kembali lagi ke mesin. Volume air yang ada di dalam radiator harus cukup agar proses pendinginan bisa berjalan lancar.

Jika volume air terlalu rendah, radiator tidak akan mampu menyerap panas dengan baik. Pada akhirnya hal itu akan menyebabkan mesin menjadi overheat. Oleh karena itu, pastikan volume air radiator berada pada level yang sesuai.

Radiator mobil wajib dicek secara rutin, Sumber: hyundai.com

Radiator mobil wajib dicek secara rutin, Sumber: hyundai.com

4. Bersihkan Tangki Secara Berkala

Tips merawat radiator yang selanjutnya yaitu dengan cara membersihkan tangki radiator secara berkala. Tangki yang kotor dapat mengakibatkan berbagai masalah pada sistem pendingin. 

Kotoran, endapan, atau kerak yang menumpuk di dalam tangki radiator dapat menyumbat saluran-saluran dan mengganggu aliran cairan pendingin. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan suhu mesin, kerusakan pada komponen radiator, dan bahkan overheat.

Tangki radiator yang bebas dari kotoran akan membuat aliran cairan pendingin tetap lancar. Hal ini membantu menjaga performa mesin kendaraan dan mencegah risiko kerusakan yang disebabkan oleh overheat. 

5. Gunakan Radiator Coolant

Radiator coolant mengandung bahan kimia pelindung yang bisa membantu mencegah munculnya korosi dan karat pada bagian dalam radiator maupun sistem pendingin. Selain itu, radiator coolant juga memiliki titik didih dan titik beku yang lebih rendah daripada air biasa.

Hal ini berguna untuk menjaga suhu mesin agar tetap stabil dalam berbagai kondisi. Terutama dalam kondisi cuaca ekstrem, di mana suhu mesin dapat berubah secara cepat. Beberapa radiator coolant juga mengandung bahan tambahan seperti pelumas.

Pelumas tersebut berfungsi untuk membantu mengurangi gesekan di dalam sistem pendingin. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, gunakan radiator coolant sesuai dengan takaran yang direkomendasikan pabrik.

6. Perhatikan Kisi Udara Radiator

Agar radiator bisa berfungsi dengan maksimal Anda tidak boleh mengabaikan bagian kisi udara pada radiator. Kisi udara adalah bagian radiator mobil yang menjadi jalur utama bagi udara segar untuk masuk dan mendinginkan radiator. 

Jika kisi udara terhalang oleh debu atau kotoran, aliran udara ke radiator akan terhambat. Akibatnya kemampuan radiator dalam mendinginkan cairan pendingin akan berkurang. Pada akhirnya hal ini akan menyebabkan suhu di dalam mesin menjadi naik.

Cara merawatnya yaitu dengan membersihkan bagian kisi udara secara berkala. Perhatikan juga untuk tidak menyumbat kisi udara dengan benda-benda seperti daun atau kertas. Sumbatan dapat mengganggu aliran udara dan kinerja pendinginan radiator.

7. Servis Rutin ke Bengkel

Rajin mengecek dan melakukan servis mobil di bengkel merupakan salah satu tips penting dalam merawat radiator mobil. Ketika melakukan servis rutin bengkel akan melakukan pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh.

Termasuk pemeriksaan pada bagian sistem pendingin. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada kebocoran atau masalah lain yang dapat menyebabkan overheat. Selain itu, bengkel akan membersihkan radiator untuk menghilangkan kotoran.

Jadi melakukan servis secara rutin berguna untuk menjaga agar radiator berfungsi dengan baik, mengurangi risiko overheating, dan memperpanjang umur mesin mobil. Servis rutin juga kesempatan bagi teknisi untuk mendeteksi dan memperbaiki masalah sedini mungkin.

Ilustrasi pengisian air radiator, Sumber: dunlop.co.id

Ilustrasi pengisian air radiator, Sumber: dunlop.co.id

Kelas Kursus di SpeedPlus Otomotif

Mengingat pentingnya fungsi radiator bisa dipastikan akan selalu ada pelanggan bengkel yang datang untuk memperbaiki atau merawat radiator. Oleh karena setiap bengkel harus didukung oleh mekanik yang menguasai teknik perawatan dan perbaikan radiator.

Untuk teknisi baru, ketrampilan bisa didapat melalui pelatihan. Karyawan bisa mendapatkan  pelatihan langsung dari SpeedPlus Otomotif. Disini karyawan akan belajar tentang teknik perawatan radiator dan komponen-komponen lain pada mesin mobil. 

Dengan mengikuti kelas kursus otomotif di SpeedPlus, karyawan akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk merawat dan memperbaiki radiator. Bergabunglah dengan SpeedPlus Otomotif dan jadilah teknisi yang handal dan berpengetahuan luas.

8 Tips Jitu Menghilangkan Karat Mobil yang Bisa Anda Ikuti

8 Tips Jitu Menghilangkan Karat Mobil yang Bisa Anda Ikuti

Karat pada mobil tentunya akan jadi masalah umum yang sering dialami oleh pemilik mobil. Bahkan jika dibiarkan begitu saja justru akan merusak tampilan mobil. Lebih buruknya dapat merusak struktur dan kekuatan kendaraan. Jadi sebaiknya ketahui cara menghilangkan karat mobil.


Dengan mengetahui cara tersebut maka penyebaran karat bisa diminimalisir. Ada banyak sekali cara atau tips yang bisa Anda ikuti di rumah sebagai langkah awal sebelum akhirnya meminta bantuan bengkel.


Tips menghilangkan karat pada mobil, Sumber: moladin.com

Tips menghilangkan karat pada mobil, Sumber: moladin.com

Tips dan Cara Menghilangkan Karat Mobil Sebagai Alternatif Awal

Jika bukan Anda sebagai pemilik kendaraan yang lebih aware siapa lagi coba? Oleh sebab itu tidak ada salahnya bagi Anda untuk mencobanya terlebih dahulu agar karat tidak menyebar ke bagian lain. Berikut adalah beberapa tips dan caranya:


1. Mencuci Mobil Secara Teratur

Salah satu penyebab utama mobil rawan berkarat yakni sering dalam keadaan kotor. Oleh sebab itu langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menghilangkan karat pada mobil adalah dengan mencucinya secara teratur.


Mobil dengan keadaan bersih menjadi langkah awal untuk mencegah timbulnya karat. Mulai dari sekarang Anda bisa membuat jadwal cuci mobil. Bisa satu minggu sekali, seminggu dua kali, atau dengan kuantitas lain sesuai waktu longgar yang Anda miliki.


Pada saat mencuci mobil selalu pastikan Anda sudah membersihkan kotoran dan debu yang menempel di bagian permukaan. Jika perlu gunakan sabun khusus pencuci mobil agar hasilnya bisa lebih maksimal.

2. Gunakan Amplas

Cara yang tergolong paling mudah untuk menghilangkan karat mobil yakni dengan menggunakan bantuan amplas. Namun hal paling penting yang yakni dengan melihat terlebih dahulu kondisi dari karatnya. 


Apabila karat yang ada pada mobil masih terbilang sedikit atau justru baru saja timbul. Maka karat tersebut masih bisa dihilangkan secara mudah menggunakan amplas. Anda dapat memakai amplas kasar sikat bagian permukaan yang mulai muncul karat.


Jika karat tersebut sudah hilang maka Anda dapat melanjutkan dengan menggosoknya menggunakan amplas bertekstur lebih halus. Lapisi bagian yang sudah diamplas menggunakan cat dasar supaya karat tidak muncul lagi.


Cara menghilangkan karat mobil yang satu ini tidak disarankan untuk bagian body mobil. Jadi Anda bisa menggunakannya pada beberapa bagian tertentu. Seperti bawah bagasi, kaki-kaki, ruang mesin, dek bawah jok mobil, dan lainnya selain body mobil.

3. Menggunakan Rush Remover

Cara lainnya yang bisa digunakan guna menghilangkan karat pada mobil yakni dengan menggunakan bantuan cairan rust remover. Untuk cara pemakaiannya hampir sama seperti cara pengecatan dasar setelah di amplas tadi.


Jadi Anda sebagai pemilik mobil disarankan untuk melakukan pengamplasan pada bagian berkarat terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk membersihkan karatnya, lalu menggunakan cairan penghilang karat ini untuk menuntaskan pertumbuhan karat. 


Biasanya orang akan menggunakan cairan rust remover saat membersihkan beberapa bagian seperti baut-baut, mur, serta benda lainnya dengan ukurannya kecil. Selain itu Anda juga bisa memakainya pada bagian body mobil. Namun selalu pastikan untuk selalu berhati-hati ketika terkena cat. 


Jika cairan sudah diaplikasikan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pembersihan kedua dengan amplas atau sikat kawat bertekstur lebih halus. Setelahnya lakukan penyemprotan anti karat serta cat dasar.

4. Menggunakan Wax dan Sealant

Alternatif lain untuk menghilangkan karat mobil yang bisa Anda lakukan di rumah adalah dengan memanfaatkan wax atau sealant. Bahan tersebut bisa membantu untuk melindungi permukaan mobil dari karat. 


Wax atau sealant sendiri nantinya akan membentuk lapisan pelindung, sehingga dapat menghalangi air ataupun oksigen mencapai permukaan logam mobil. Saat ini juga sudah ada banyak sekali produk wax yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan. 


Teknik mengamplas mobil, Sumber: klikmjm.com

Teknik mengamplas mobil, Sumber: klikmjm.com

5. Memperbaiki Goresan Sesegera Mungkin

Selain keadaan mobil yang kotor ternyata goresan yang ada di bagian permukaan mobil bisa menjadi penyebab atau titik awal adanya karat. Oleh sebab itu langkah terbaik untuk menghilangkan karat mobil sedari dini mungkin dengan memperbaiki goresan dengan segera.


Anda bisa dengan segera memperbaiki bagian permukaan yang tergores menggunakan cat atau bahan lainnya agar karat segera teratasi. Jika tidak memungkinkan diperbaiki sendiri maka Anda bisa meminta bantuan bengkel untuk mengatasinya. 

6. Menghindari Air yang Menggenang

Jika saat ini mobil Anda sudah berkarat maka sebaiknya hindari air yang menggenang pada permukaan mobil. Sebab air yang ada di bagian permukaan akan semakin mempercepat terbentuknya karat. 


Cara paling tepat yang bisa Anda lakukan yakni dengan parkir mobil pada tempat kering. Selalu usahakan untuk menghindari genangan air. Selain itu selalu pastikan Anda segera mengeringkan mobil jika basah terkena air hujan.

7. Memanfaatkan Produk Anti Karat Mobil

Saat ini Anda cukup terbantu untuk menghilangkan karat mobil. Bagaimana tidak ada banyak sekali produk anti-karat yang tersedia di pasaran. Mulai dari harga terjangkau hingga mahal. Anda bisa menyelesaikannya berdasarkan kebutuhan.


Produk anti karat ini mampu melindungi mobil dari timbulnya karat. Sebelum menggunakan produk tersebut sebaiknya Anda sudah membaca dan mengikuti petunjuk penggunaan yang sudah tertera pada kemasan produk.

8. Lakukan Perawatan Berkala

Selain beberapa langkah yang sudah disebutkan di atas, sebaiknya Anda melakukan perawatan mobil secara berkala. Bukan hanya bagian permukaan mobil saja. Namun perawatan dilakukan secara menyeluruh.


Hal ini tentunya juga termasuk rutin melakukan pengecekan terhadap mobil Anda. Baik itu untuk bagian-bagian yang rentan terhadap karat seperti bagian bawah mobil dan roda, serta bagian yang tidak rentan dengan karat lainnya. 


Menggunakan produk anti karat mobil, Sumber: otomotif.kompas.com

Menggunakan produk anti karat mobil, Sumber: otomotif.kompas.com


Beberapa tips yang ada di atas bisa membantu Anda mencegah serta menghilangkan karat mobil. Namun untuk karat mobil yang sudah parah dan sulit untuk dijangkau sebaiknya Anda bawa mobil ke bengkel untuk memperoleh penanganan tepat atau cari tahu melalui kursus otomotif.

11 Bagian Body Mobil yang Wajib Anda Pahami

11 Bagian Body Mobil yang Wajib Anda Pahami

Salah satu hal yang membuat sebagian besar orang menyukai sebuah mobil adalah bentuk desainnya. Terutama pada bagian body mobil yang terlihat begitu mewah dan mempesona. Bahkan tak jarang beberapa produsen juga menambahkan berbagai fitur unggulan pada produknya.


Body mobil sendiri merupakan salah satu komponen utama yang akan membentuk struktur serta penampilan dari sebuah kendaraan. Oleh sebab itu jika Anda mengaku pecinta otomotif maka sebaiknya pahami juga bagian-bagian body yang ada pada sebuah mobil.


Mengenal bagian body mobil, Sumber: hyundai.com

Mengenal bagian body mobil, Sumber: hyundai.com

Mengenal Bagian Body Mobil yang Membuat Penampilan Terlihat Menawan

Dengan memahami beberapa bagian-bagiannya maka Anda akan lebih mudah untuk mengenali kendaraan. Sehingga mudah memahami ketika akan ikut serta pada kursus otomotif. Nah di bawah ini ada penjelasan singkat tentang bagian-bagian body mobil. 

1. Chassis

Chassis merupakan bagian kerangka atau struktur dasar pada sebuah mobil. Peran kerangka sendiri sangatlah penting yakni untuk menopang keseluruhan komponen lain mobil. Sesuai dengan kegunaannya, bahan material chasis terkenal kokoh serta tahan lama. 

Pada umumnya chasis atau kerangka dibuat menggunakan bahan berupa baja dan alumunium. Sedangkan untuk fungsi utama dari bagian body mobil satu ini yaitu memberikan kekuatan serta kestabilan pada mobil.

2. Panel Body

Berikutnya ada panel body. Panel body sendiri adalah bagian luar mobil yang mana terdiri dari berbagai macam jenis panel. Diantaranya adalah kap mesin, pintu, kap bagasi, dan body mobil. 

Panel body memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan sekaligus menjadikan penampilan terlihat estetik. Bagian ini bahkan biasanya dilengkapi dengan aksesoris eksterior mobil tambahan. Seperti spoiler yang berguna untuk meningkatkan performa.

3. Windshield atau Kaca Depan

Windshield dikenal dengan kaca pada bagian depan mobil. Fungsi adalah memberikan keamanan, karena dapat melindungi para pengemudi serta penumpang dari angin, debu, serta hujan. 

Anda sebagai pemilik kendaraan juga disarankan untuk selalu menjaga kebersihan dan kejernihan dari windshield. Pasalnya kaca bagian depan yang bersih akan membuat visibilitas saat mengemudi jadi tetap optimal.

4. Lampu Depan dan Belakang

Bagian body mobil yang satu ini memang terlihat kecil dan sederhana daripada ornamen lainnya. Meski begitu perannya termasuk penting. Terutama untuk masalah pencahayaan dari mobil itu sendiri.

Lampu depan memiliki fungsi untuk menerangi jalanan yang ada di depan mobil ketika malam hari atau pada kondisi cuaca buruk. Lampu belakang berfungsi untuk memberikan tanda kepada pengemudi yang sedang berada di belakang mobil. 

Lampu ini menjadi informasi visual bagi para pengemudi di belakang mobil untuk aksi yang akan Anda lakukan. Seperti berbelok kanan atau kiri dan berhenti. Jadi selalu pastikan lampu-lampu pada mobil selalu dalam kondisi baik serta berfungsi dengan baik guna keamanan dan kenyamanan dalam berkendara.

5. Pintu dan Jendela

Bagian mobil lainnya yang tidak kalah penting adalah pintu dan jendela. Kedua hal ini menjadi bagian yang memungkinkan para pengemudi dan penumpang untuk masuk dan keluar dari mobil. 

Anda juga perlu selalu memastikan jika pintu dan jendela pada mobil berfungsi secara baik. Hal ini termasuk pada sistem kunci dan kaca jendela yang mana dapat dioperasikan dengan lancar.


Bagian pintu dan jendela mobil, Sumber: carmudi.co.id

Bagian pintu dan jendela mobil, Sumber: carmudi.co.id

6. Spion

Anda sepertinya juga sudah tidak asing lagi dengan bagian body mobil yang satu ini. Ya kaca kecil yang berada di bagian samping depan ini merupakan bagian yang memungkinkan para pengemudi untuk melihat ke belakang mobil. 


Setidaknya pada sebuah mobil terdapat spion dalam mobil dan spion luar. Kedua jenis spion ini juga dapat diatur posisinya. Sama halnya dengan bagian lainnya, spion harus selalu dipastikan dalam kondisi baik sehingga memberikan pandangan jelas dari belakang mobil.

7. Bumper

Selanjutnya ada bumper. Bumper sendiri merupakan bagian dari body mobil yang terletak di bagian depan dan belakang mobil. Fungsi bumper yakni untuk melindungi mobil dari benturan.

Benturan yang dimaksud adalah benturan dengan skala ringan. Bumper pada umumnya terbuat dari bahan fleksibel. Misalnya saja plastik atau karet. Tujuan penggunaan bahan tersebut adalah agar bumper bisa menyerap energi benturan dengan baik.

8. Kap Mesin

Hood atau dikenal dengan sebutan kap mesin merupakan bagian dari body mobil yang mana dapat dibuka. Dengan membuka bagian ini Anda bisa melihat mesin dan komponen-komponen lain yang ada di dalamnya.

Selain itu kap mesin juga memiliki fungsi untuk memberikan pelindung pada mesin dari elemen yang bisa mengurangi performanya. Misalnya saja adalah cuaca dan debu. Pada sebagian jenis mobil biasanya ada baut dan pegas untuk menjaga hood tetap terkunci dengan benar.

9. Atap Mobil

Atap pada mobil memiliki fungsi untuk melindungi penumpang dari hujan, panas terik matahari, serta beberapa pengaruh cuaca lainnya. Biasanya ada beberapa jenis atap seperti atap tetap, atap yang bisa dilipat atau convertible, serta atap sunroof yang dapat dibuka.

10. Bagasi

Selanjutnya ada bagasi. Bagasi pada umumnya adalah bagian body mobil yang terletak di bagian belakang dan berfungsi untuk menyimpan barang bawaan. Sedangkan untuk kapasitasnya akan bergantung pada setiap jenis kendaraan. Bisa besar bisa juga kecil.


Bagian bagasi mobil, Sumber: otomotif.kompas.com

Bagian bagasi mobil, Sumber: otomotif.kompas.com

11. Fender

Fender merupakan bagian body yang melingkupi roda. Fungsi dari fender sendiri yakni untuk memberikan perlindungan terhadap percikan kerikil serta debu yang mana terlempar oleh roda ketika mobil sedang bergerak. Fender dari setiap mobil juga mempunyai desain berbeda.

Di atas tadi adalah beberapa bagian body mobil yang perlu untuk Anda ketahui. Pasalnya ketika memahami fungsi dari masing-masing maka Anda bisa memberikan perawatan yang tepat pada setiap bagian. Sehingga nantinya mobil tetap dalam kondisi baik dan aman.

Inilah 5 Jenis Oli Mobil yang Wajib Diketahui agar Tidak Salah Pilih

Inilah 5 Jenis Oli Mobil yang Wajib Diketahui agar Tidak Salah Pilih

Ada beberapa jenis oli mobil yang berfungsi sebagai pelumas, pembersih, dan pendingin mesin. Tanpa adanya oli komponen mobil akan mengalami gesekan berlebihan antar bagiannya. Gesekan yang disebabkan bisa keausan, overheating, atau bahkan kerusakan.

Semua jenis oli mobil perlu diganti secara berkala sesuai dengan rekomendasi produsen atau jadwal pemeliharaan yang disarankan. Penggantian oli secara berkala perlu dilakukan untuk menjaga kinerja mesin agar tetap optimal.


Mengenal berbagai jenis oli mobil yang ada di pasaran, Sumber: carro.id

Mengenal berbagai jenis oli mobil yang ada di pasaran, Sumber: carro.id

Jenis-Jenis Oli Mobil

Jenis oli mobil terdiri dari oli mesin, oli gardan, oli transmisi, dan oli power steering. Setiap jenis oli memiliki fungsi berbeda sesuai dengan dimana lokasi oli ditempatkan. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai masing-masing jenis oli.

1. Oli Mesin

Oli mesin merupakan salah satu jenis oli yang paling dikenal oleh masyarakat. Fungsi utama dari oli mesin adalah untuk menjaga performa mesin secara keseluruhan. Oli mesin berfungsi sebagai pelumas sekaligus pendingin dan pembersih komponen yang ada di dalam mesin.

Oli mesin dapat diibaratkan sebagai "nyawa" mesin mobil karena tanpa oli yang baik, mesin tidak dapat berfungsi dengan maksimal. Oli mesin akan melumasi dan melindungi bagian-bagian penting seperti piston, silinder mesin, dan crankshaft, dari gesekan dan korosi.

Idealnya oli mesin perlu diganti setiap 5.000 hingga 10.000 kilometer. Hal itu tergantung pada kondisi mobil dan jenis oli yang digunakan. Mengganti oli terlalu jarang dapat menyebabkan keausan pada mesin.

Sedangkan mengganti oli terlalu sering juga bisa mengakibatkan pemborosan. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti panduan penggantian oli mesin yang disarankan oleh pabrikan mobil.

2. Oli Transmisi

Jenis oli mobil yang kedua ada oli transmisi. Oli transmisi merupakan oli yang berguna untuk memperlancar proses pergantian gigi atau transmisi. Ada dua jenis transmisi yang terdapat pada mobil yaitu transmisi manual dan transmisi otomatis.

Transmisi manual memerlukan oli khusus untuk melumasi komponen seperti gear dan bearing. Oli transmisi bisa membantu mengurangi gesekan yang dapat menyebabkan getaran atau suara saat perpindahan gigi dilakukan secara manual.

Sedangkan pada transmisi otomatis, oli transmisi dibutuhkan untuk melumasi komponen yang ada pada mesin transmisi otomatis seperti clutch dan torque converter. Fungsinya tentu saja untuk membantu mengurangi gesekan dan memastikan perpindahan gigi berjalan lancar.

Umumnya, oli transmisi manual disarankan untuk diganti setiap 40.000 kilometer. Sementara oli transmisi otomatis bisa bertahan lebih lama, tergantung pada kondisi dan pemakaian. Di daerah tropis seperti Indonesia, penggantian oli transmisi disarankan setiap 50.000 kilometer.

3. Oli Gardan

Oli gardan merupakan jenis oli berfungsi untuk melumasi gigi pada sistem gardan. Oli gardan juga berguna untuk melindungi bagian pinion gear dari kontak langsung dengan bearing agar tidak terjadi keausan.

Tanda-tanda oli gardan perlu diganti adalah munculnya suara berdengung atau terjadi getaran yang cukup keras saat mobil dibelokkan. Selain itu secara kasat mata oli akan berubah warna dan tingkat kekentalannya menurun.

Ketika mobil mengalami gejala tersebut, sebaiknya oli gardan segera diganti untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada sistem gardan dan komponen-komponen yang terkait. Ganti oli gardan secara teratur dapat membantu menjaga kinerja sistem gardan pada mobil.


Ilustrasi penggantian oli mobil, Sumber: autos.id

Ilustrasi penggantian oli mobil, Sumber: autos.id

4. Oli Rem

Oli rem atau minyak rem adalah jenis oli mobil yang sangat penting karena berguna untuk menjaga kelancaran sistem pengereman pada mobil. Oli rem akan melumasi bagian-bagian penting seperti cakram dan kampas rem.

Oli rem juga berperan sebagai media transmisi tenaga dalam sistem hidrolik pada rem hidrolik. Tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh oli rem dipindahkan ke kaliper rem atau silinder roda yang kemudian menghasilkan gaya pengereman pada cakram atau drum rem.

Oli rem sebaiknya diganti setiap 30.000 kilometer. Akan tetapi jika terjadi perubahan warna, penurunan kekentalan, dan penurunan volume oli maka Anda perlu segera mengganti oli rem.

5. Oli Power Steering

Mobil-mobil saat ini memiliki kemudi yang lebih mudah diputar dibandingkan dengan mobil lama berkat adanya teknologi power steering. Power steering memanfaatkan tekanan hidrolik atau elektrik untuk membantu perputaran roda kemudi.

Dengan adanya power steering, pengemudi bisa menggerakkan kemudi dengan lebih mudah meskipun ketika sedang berbelok atau saat berada di kecepatan rendah. Hal itu bisa membantu mengurangi kelelahan dan membuat mengemudi menjadi lebih nyaman.

Oli power steering adalah jenis oli mobil yang cukup jarang diganti. Anda hanya perlu menggantinya setiap 40.0000 kilometer. Namun jika ada tanda-tanda yang mengharuskan oli segera diganti sebaiknya Anda tidak perlu menunggu sampai 40.000 kilometer.

Merk Oli Mobil

Sebenarnya ada banyak sekali merk oli mobil yang beredar di pasaran. Masing-masing tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah contoh merk oli mobil yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

1. Castrol

Castrol adalah merek oli yang cukup terkenal karena telah dibekali dengan teknologi terkini. Castrol magnatec 10W-30 menggunakan molekul pintar untuk membersihkan mesin secara menyeluruh. Harga castrol magnatec sekitar Rp 360 ribu per 4 liter.

2. Total

Total Quartz 9000 5W-40 adalah pilihan tepat untuk Anda yang suka melakukan perjalanan jauh. Oli total bisa menjaga mesin tetap berfungsi dengan baik meskipun dalam kondisi panas. Zat aditifnya membuat mesin lebih awet dan tahan oksidasi.


Pengecekan oli mobil, Sumber: automotive.evalube.com

Pengecekan oli mobil, Sumber: automotive.evalube.com

3. Shell

Shell merupakan perusahaan minyak dan gas terkemuka yang menyediakan pelumas. Produk terbaiknya, Shell Helix HX7 karena telah menggunakan teknologi flexi molecule untuk membersihkan mesin dan memiliki titik penguapan rendah dan mampu menghemat penggunaan oli. 

Itulah 5 jenis oli mobil yang perlu Anda ketahui beserta 3 merk brand oli yang cukup terkenal di Indonesia. Selain yang sudah disebutkan tadi, tentu saja masih banyak brand lain yang tak kalah bagus dan patut untuk dicoba.

6 Tips Perawatan Eksterior Mobil yang Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan

6 Tips Perawatan Eksterior Mobil yang Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan

Tidak sedikit pemilik mobil yang kurang peduli dengan perawatan eksterior mobil. Alhasil mobil yang belum lama dibeli penampilannya sudah seperti mobil-mobil lama. Kusam, baret, dan tampak kumuh.

Padahal merawat eksterior mobil sama pentingnya dengan merawat bagian interior atau bahkan mesin mobil. Mobil yang mendapat perawatan secara menyeluruh memiliki tampilan bagus sehingga lebih nyaman dikendarai.


Informasi terkait tips perawatan eksterior mobil, Sumber: otomotifxtra.semaraknews.co.id

Informasi terkait tips perawatan eksterior mobil, Sumber: otomotifxtra.semaraknews.co.id

Tips Perawatan Eksterior Mobil

Merawat bagian eksterior mobil bisa dimulai dengan langkah sederhana seperti memarkir di tempat yang aman atau membersihkan mobil dari debu dan kotoran yang menempel. Namun untuk kondisi tertentu perawatan perlu dilakukan di tempat khusus seperti salon mobil.

Sebagai tempat kursus otomotif, kali ini SpeedPlus Otomotif akan membagikan tips merawat bagian eksterior mobil agar tampilannya selalu bagus dan berkilau.

1. Memarkir Mobil Ditempat yang Aman

Supaya cat mobil tidak cepat rusak sebaiknya Anda selalu memilih parkiran mobil yang tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung. Usahakan untuk memarkirkan mobil di dalam gedung atau di bawah pohon yang rindang. 

Apabila sulit menemukan tempat parkir yang aman Anda bisa menutup bagian eksterior dengan cover mobil. Selain itu jangan biarkan mobil terlalu lama terkena hujan. Paparan air hujan secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko korosi dan kerusakan pada cat mobil. 

Kerusakan eksterior juga bisa terjadi jika mobil diparkir di tempat yang kurang aman seperti daerah yang rawan tindak vandalisme. Pencurian aksesori atau bagian eksterior seperti spion, emblem, atau pelek juga bisa terjadi jika mobil dibiarkan di tempat yang rentan.

2. Cuci Mobil Secara Tepat

Mencuci mobil secara tepat adalah langkah penting dalam merawat eksterior mobil. Anda harus menggunakan sabun yang diformulasikan secara khusus dan spon lembut untuk menghindari goresan pada cat mobil. 

Mulailah dengan membersihkan bagian atas mobil terlebih dahulu, kemudian turun ke bagian bawah untuk menghindari penyebaran kotoran yang sudah terangkat. Jangan lupa bersihkan bagian-bagian yang sulit dijangkau, seperti di bawah bodi dan di sekitar roda. 

Setelah mencuci, bilas mobil menggunakan air bersih dan keringkan dengan kain microfiber yang bersih dan lembut. Tujuannya adalah untuk menghindari terbentuknya noda air. Sebaiknya hindarilah mencuci mobil di luar ruangan yang terpapar terik matahari langsung.

Air dan sabun bisa mengering dengan cepat sehingga dapat meninggalkan noda yang sulit dihapus. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat mencuci mobil dengan tepat dan menjaga penampilan eksterior mobil Anda tetap bersih dan terawat.

3. Gunakan Wax agar Body Mengkilap

Wax adalah salah satu cara paling efektif untuk membuat tampilan eksterior mobil agar terlihat mengkilap. Perawatan eksterior mobil menggunakan wax bahkan banyak dilakukan di salon mobil karena hasilnya yang bagus.

Sebelum mengaplikasikan wax pada bagian eksterior mobil, pertama-tama Anda harus membersihkan mobil secara menyeluruh untuk menghilangkan kotoran dan debu yang dapat menyebabkan goresan saat proses waxing. 

Kemudian aplikasikan wax secara merata menggunakan busa aplikator atau kain yang bersih dengan gerakan melingkar. Biarkan wax mengering selama beberapa menit atau sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera di kemasan.

Wax membantu melindungi cat mobil dari kerusakan akibat sinar UV dan lainnya. Oleh karena itu wax juga berfungsi sebagai lapisan pelindung yang membuat mobil tampak lebih berkilau.


Memarkirkan mobil di tempat yang tepat, Sumber: otomotif.antaranews.com

Memarkirkan mobil di tempat yang tepat, Sumber: otomotif.antaranews.com

4. Coating

Coating merupakan perawatan eksterior mobil untuk memberi perlindungan yang lebih baik daripada waxing. Coating sendiri adalah proses menambahkan lapisan khusus pada permukaan mobil sehingga tampilannya lebih mengkilap dan sedap dipandang mata.

Coating sering dipilih untuk merawat cat mobil yang sudah mulai memudar supaya lebih bening, glossy, dan cerah. Umumnya proses coating menggunakan bahan silikon dioksida yang biasanya sering digunakan dalam proses pembuatan kaca atau keramik.

Tingkat ketebalan lapisan coating yang diaplikasikan bisa mempengaruhi kemampuan cat mobil untuk menahan goresan dan baret. Semakin tebal dan keras lapisan coating, semakin baik perlindungan terhadap goresan halus. 

Coating juga bisa membuat permukaan mobil menjadi lebih tahan terhadap bercak air dan jamur dari efek water repellent yang dihasilkan. Air dan kotoran akan langsung tergelincir sehingga  mencegah bercak air dan pertumbuhan jamur.

5. Auto Detailing

Auto detailing tidak hanya fokus pada bagian eksterior dan interior, tetapi juga pada bagian mesin. Mobil yang digunakan untuk keperluan sehari-hari sangat rentan terhadap berbagai kotoran seperti debu, aspal, oli, goresan, dan kotoran burung.

Dalam proses auto detailing, mobil akan diberi perawatan secara menyeluruh sampai ke bagian velg dan kolong mobil. Oleh karena itu auto detailing bisa membuat mobil menjadi lebih bersih dan tampak seperti baru.

Pada auto detailing tahap pertama yang dilakukan yaitu proses cleaning atau pembersihan. Setelah semua bagian bersih lalu lanjut ke tahap paint correction. Pada tahap ini cat mobil yang sudah rusak karena baret halus, goresan, atau oksidasi akan diperbaiki.

Setelah itu lanjut ke tahap protection di mana bagian mobil akan diberi wax, sealant, atau coating. Sedangkan proses auto detail yang terakhir yaitu maintenance. Metode yang digunakan bisa berupa detailer, last touch, atau finishing.

6. Menambahkan Aksesoris 

Menambahkan aksesoris eksterior mobil adalah cara sederhana untuk mengubah penampilan mobil Anda. Dengan menambahkan aksesori tertentu, mobil Anda bisa terlihat lebih menarik, sporty, atau elegan, sesuai dengan preferensi. 

Selain menambah nilai estetika, menambahkan aksesori pada bagian eksterior mobil juga bisa mencerminkan gaya dan kepribadian pemilik mobil. Saat ini, tersedia berbagai pilihan aksesori untuk memperindah dan meningkatkan penampilan mobil Anda.

Adapun aksesori untuk eksterior mobil antara lain adalah kaca film, air scoop, velg, roof rail,  body kit, body set moulding, headlamp garnish, muffler cutter, dan lain sebagainya. 


Pastikan mencuci mobil dengan benar, Sumber: autos.id

Pastikan mencuci mobil dengan benar, Sumber: autos.id

Itulah 6 tips perawatan eksterior mobil yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Perawatan yang dilakukan secara sembarangan sangat beresiko karena bisa mengurangi nilai estetika mobil dan fungsionalitasnya.

Mengenal Sistem Kemudi yang Ada pada Mobil Beserta Fungsinya

Mengenal Sistem Kemudi yang Ada pada Mobil Beserta Fungsinya

Sistem kemudi mobil memegang peranan yang sangat penting karena fungsi utamanya adalah untuk mengontrol arah pergerakan roda. Kemudi menjadi titik sentral yang dikendalikan pengemudi lalu mentransfer gerakan ke roda melalui tiang kemudi.

Karena fungsinya yang sangat vital, Anda perlu menjaga dan merawat sistem kemudi agar selalu dalam kondisi prima. Jadi, bisa dikatakan bahwa merawat sistem kemudi sama pentingnya dengan memberi perawatan mesin mobil.


Mengenal lebih dekat dengan sistem kemudi mobil, Sumber: otomotif.kompas.com

Mengenal lebih dekat dengan sistem kemudi mobil, Sumber: otomotif.kompas.com

Komponen Pada Sistem Kemudi Mobil

Sistem kemudi mobil terdiri dari beberapa komponen penting dan masing-masing komponen saling berkaitan satu sama lain. Sehingga kemudi bisa mengarahkan roda agar berputar sesuai dengan instruksi yang diberikan pengemudi. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah komponen-komponen yang ada di sistem kemudi mobil beserta fungsinya.

1. Steering Wheel

Roda kemudi adalah bagian utama yang digunakan pengemudi untuk mengendalikan arah mobil. Steering wheel terletak di bagian dalam kendaraan dengan bentuk bulat yang ergonomis dan didukung oleh berbagai komponen lain di dalamnya. 

Fungsi utama dari roda kemudi atau steering wheel adalah untuk mengarahkan mobil saat sedang melaju. Roda kemudi sering dilengkapi dengan tombol tambahan seperti klakson yang fungsinya untuk memberi sinyal kepada pengguna jalan lain. 

Melalui steering wheel, Anda bisa melakukan manuver secara responsif dan akurat. Steering wheel juga menjadi pusat kontrol kendaraan. Oleh karena itu, bagian ini cukup vital karena sangat berpengaruh terhadap keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara.

2. Steering Column

Steering column  adalah bagian penting yang terpasang di dalam mobil yang biasanya terbuat dari bracket column jenis breakaway agar bisa bergerak naik turun. Fungsi utama dari steering column adalah sebagai poros utama kemudi. 

Dari gerakan putaran yang dilakukan oleh pengemudi pada roda kemudi, gerakan tersebut kemudian diteruskan ke gearbox kemudi. Poros utama kemudi terletak di dalam tabung kolom sehingga memungkinkan roda kemudi untuk berputar dengan bebas. 

Penting untuk dicatat bahwa tabung kolom ini terhubung secara langsung ke bodi mobil. Kolom kemudi dan tabung kolom membentuk satu kesatuan. Oleh karena itu, jika terjadi masalah seperti kerusakan pada sistem power steering, Anda harus mengganti keduanya.

3. Ball Joint

Ball joint adalah komponen pada sistem kemudi mobil yang memiliki bentuk seperti bola. Dengan desainnya yang bulat, ball joint bisa membuat sistem kemudi melakukan gerakan yang halus dan fleksibel saat roda berputar atau berbelok. Fungsi utama dari ball joint adalah untuk menciptakan keseimbangan pada sistem kemudi mobil. 

Umumnya terdapat dua buah balon joint yang dipasang dengan baut pada bagian roda mobil. Jika terjadi kerusakan, maka kinerja sistem kemudi akan mengalami gangguan. Ball joint mobil bekerja mirip dengan sendi putar pada lengan. Hal itu memungkinkannya untuk bergerak secara bebas dan menyesuaikan pergerakan roda selama perjalanan dan manuver. 


Gambaran dari steering wheel, Sumber: topgear.com

Gambaran dari steering wheel, Sumber: topgear.com

4. Steering Linkage dan Dust Boot

Steering linkage berfungsi untuk mentransfer gerakan dari gearbox ke roda depan. Steering linkage ini terdiri dari rod dan arm. Sedangkan dust boot adalah bagian dari sistem kemudi mobil yang berfungsi sebagai penghalang kotoran.

Dust boot melindungi rack dari kerusakan akibat kotoran dan kelembaban. Tujuan pemasangan dust boot adalah melindungi komponen-komponen sistem kemudi dari lingkungan luar.

5. Steering House dan Steering Gear

Komponen selanjutnya yang ada di sistem kemudi mobil yaitu steering house dan steering gear. Steering house berfungsi untuk mengubah gerakan putaran yang berasal dari kemudi menjadi gerakan vertikal.

Hal itu membuat mobil bisa berbelok ke arah kanan dan kiri dengan lancar. Sedangkan steering gear bertanggung jawab mengontrol arah roda depan. Fungsi lainnya adalah untuk membuat kemudi menjadi lebih ringan saat digerakkan.

Perawatan Sistem Kemudi Mobil

Merawat sistem kemudi mobil sangat penting agar tetap berfungsi dengan baik. Karena seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa bagian yang satu ini sangat mempengaruhi keselamatan dalam berkendara.

1. Melakukan Servis Rutin

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk menjaga sistem kemudi mobil agar tetap awet yaitu dengan melakukan servis rutin. Ketika melakukan servis rutin, mekanik akan melakukan pemeriksaan dan penggantian komponen yang aus atau rusak.

Selain itu, akan dilakukan juga pengecekan tingkat cairan power steering dan penyetelan sistem kemudi agar sesuai kebutuhan. Dengan perawatan yang teratur, Anda dapat mencegah masalah serius pada sistem kemudi mobil. 

2. Putar Kemudi dengan Hati-Hati

Saat mengemudi sebaiknya Anda memutar kemudi dengan perlahan dan hati-hati. Kebiasaan ini dapat memperpanjang umur pakai sistem kemudi. Memutar kemudi dengan kasar berpotensi menyebabkan kerusakan pada komponen kemudi. 

Sebaiknya Anda juga menghindari manuver secara tiba-tiba atau agresif saat memutar kemudi. Selain membuat sistem kemudi menjadi lebih awet, menyetir dengan hati-hati juga bisa meningkatkan keamanan dalam berkendara.


Ilustrasi ball joint, Sumber: mazda-deta.co.id

Ilustrasi ball joint, Sumber: mazda-deta.co.id

3. Membersihkan Kotoran 

Apabila kemudi kendaraan terlihat kotor sebaiknya segera bersihkan kotoran yang menempel menggunakan kain lembut atau tisu. Untuk noda membandel yang sulit dihilangkan gunakan larutan pembersih khusus yang dicampur dengan air hangat.

Semprotkan cairan secara merata ke permukaan kemudi lalu lap menggunakan kain bersih sampai kotoran benar-benar hilang. Setelah bersih jangan lupa keringkan kemudi dengan kain kering atau kanebo.

Itulah komponen-komponen yang ada di sistem kemudi beserta fungsinya. Jika Anda ingin belajar tentang bagaimana merawat dan memperbaiki sistem kemudi maka bisa bergabung di kelas kursus otomotif yang ada di SpeedPlus Otomotif.

Kelas kursus yang ada di SpeedPlus Otomotif sangat cocok untuk para pemilik bengkel atau karyawan bengkel yang ingin mengasah skill atau memperbarui keterampilan. Jika tertarik Anda bisa menghubungi kontak kami untuk berkonsultasi terlebih dahulu.

Mengenal Serba-serbi Sistem AC yang Ada pada Mobil

Mengenal Serba-serbi Sistem AC yang Ada pada Mobil

Sistem AC mobil terdiri dari beberapa komponen utama yang saling berkaitan. Sehingga mampu menghasilkan udara dingin yang seringkali kita rasakan ketika berada di dalam mobil. Kondisi kabin yang dingin tentu akan terasa jauh lebih nyaman, apalagi jika sedang dalam perjalanan jauh.

Oleh karena itu, AC sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari berbagai jenis mobil. Baik itu mobil mobil sport, SUV, MPV, dan mobil double cabin keluaran terbaru hampir semua dilengkapi dengan sistem pendingin udara.


Mengenal sistem AC mobil, Sumber: seva.id

Mengenal sistem AC mobil, Sumber: seva.id

Apa Saja Komponen AC Mobil?

Penting bagi para pengemudi untuk memahami sistem kerja AC serta komponen-komponen yang mendukungnya agar AC dapat berfungsi secara optimal. Memang tidak harus melakukan perbaikan sendiri karena bisa melakukan perawatan mobil di bengkel.

Akan tetapi jika Anda mengetahui dimana letak masalahnya setidaknya proses perbaikan akan menjadi lebih cepat. Berikut ini adalah komponen-komponen penting yang terdapat dalam sistem AC mobil beserta cara kerjanya.

1. Kompresor

Kompresor adalah komponen utama dalam sistem AC mobil yang bertugas untuk memompa aliran gas freon agar freon bisa mengalir ke seluruh bagian sistem AC. Namun sebenarnya fungsi kompresor tidak hanya terbatas pada sirkulasi freon.

Kompresor juga bertanggung jawab untuk meningkatkan tekanan dan merapatkan molekul-molekul freon dan mengubahnya menjadi fase cair. Proses tersebut dimulai ketika poros kompresor yang terhubung dengan pulley mesin berputar. Poros ini memiliki pelat dengan nok-nok yang berfungsi menggerakkan piston.

Saat nok menyentuh piston, piston akan bergerak maju, mendorong freon keluar dengan tekanan tinggi. Setelah nok lepas dari piston, pegas pengembali membuat piston kembali bergerak ke belakang. Sehingga menyebabkan freon dari selang tekanan rendah memasuki ruang piston. Proses ini berulang terus-menerus sehingga kinerja agar AC tetap bekerja.

2. Magnetic Clutch

Dalam sistem AC mobil, magnetic clutch berfungsi untuk mengatur kapan kompresor AC harus aktif atau nonaktif meskipun saat pulley mesin sedang berputar. Saat kompresor diaktifkan, tekanan freon yang dikeluarkan terus meningkat, terutama saat mesin dipercepat. 

Namun ada risiko mengintai jika kompresor terus bekerja secara berlebihan. Oleh karena itu, ketika tekanan freon mencapai level maksimum, magnetic clutch akan memutus hubungan antara pulley kompresor dan poros kompresor.

Magnetic clutch bekerja dengan menggunakan daya tarik magnet yang dihasilkan melalui induksi elektromagnetik. Saat terjadi induksi, magnetic clutch akan bergerak mendekati coil dan menempel dengan pulley kompresor agar poros bisa berputar.

3. Kondensor

Fungsi utama kondensor dalam sistem AC mobil adalah untuk menghilangkan panas dari freon atau refrigerant. Setelah itu kondensor mentransfernya ke udara di sekitar mobil. Cara kerja kondensor sebenarnya hampir sama dengan radiator. Cara kerja kondensor AC dimulai dengan kompresor yang memampatkan refrigerant menjadi gas panas.

Gas tersebut mengalir ke kondensor di mana udara luar dialirkan untuk menyerap panas dari refrigerant. Hal itu menyebabkan gas tersebut berubah menjadi cairan. Cairan refrigeran kemudian mengalir ke dalam sistem untuk mendinginkan ruangan. Proses ini berulang terus menerus saat AC beroperasi untuk menjaga suhu ruangan tetap dingin.


Mengatur sistem AC agar dingin, Sumber: gardaoto.com

Mengatur sistem AC agar dingin, Sumber: gardaoto.com

4. Dryer

Dryer merupakan komponen tambahan dalam sistem AC mobil yang memiliki fungsi serupa dengan filter. Seperti namanya, tugas utama dryer adalah menghilangkan kelembaban dari freon. Meskipun sistem AC mobil beroperasi dalam kondisi tertutup, kemungkinan masih ada sedikit uap air yang bisa masuk ke dalam saluran AC.

Hal ini bisa terjadi selama proses pengisian ulang freon atau saat penggantian komponen AC. Ketika saluran AC terbuka, udara dari lingkungan luar dapat masuk ke dalam sistem pendingin. Terlebih lagi sebagian wilayah Indonesia memiliki kondisi udara yang lembab. Sehingga kemungkinan besar ada uap air yang masuk ke dalam sistem AC.

5. Evaporator

Fungsi sistem AC mobil yang satu ini tidak hanya bertugas mengubah freon menjadi udara dingin dalam bentuk uap. Akan tetapi juga berfungsi untuk mengontrol kecepatan pendinginan kendaraan. Freon dipompa melalui evaporator dan kecepatan pompa ini bisa  mempengaruhi seberapa cepat AC akan mendinginkan mobil.

Ketika freon mencapai suhu maksimum, evaporator mengarahkannya ke kondensor untuk menurunkan suhu hingga sekitar 60 derajat celcius. Freon yang berubah menjadi gas akan membawa udara dingin ke dalam kabin mobil.

Selain itu, evaporator juga berfungsi menyaring udara kotor sehingga udara yang dihembuskan ke dalam kabin bersih dan aman untuk dihirup oleh penumpang.

6. Expansion Valve

Expansion valve adalah komponen dalam sistem AC mobil yang berfungsi untuk mengubah freon cair menjadi gas lewat proses penyemprotan. Analoginya seperti penggunaan parfum spray. Meskipun suhu di dalam tabung parfum normal tapi saat disemprotkan terasa sejuk.

Hal ini terjadi karena zat cair dari selang bertekanan tinggi keluar ke ruang bertekanan rendah dengan kecepatan tinggi. Sehingga menyebabkan penurunan suhu yang signifikan. Jadi proses penyemprotan ini digunakan untuk membuat suhu freon semakin dingin.


Rutin merawat komponen AC mobil agar tetap awet dan dingin, Sumber: hyundaimobil.co.id

Rutin merawat komponen AC mobil agar tetap awet dan dingin, Sumber: hyundaimobil.co.id

Bagaimana Cara Kerja AC Mobil?

Cara kerja AC mobil melalui empat tahapan utama yang dimulai dari kompresor dan berakhir di evaporator. Berikut ini adalah uraian lengkap mengenai cara kerja AC mobil:

  • Tahap pertama dimulai saat kompresor dinyalakan untuk memompa freon yang berbentuk gas. Kekuatan kompresor menentukan seberapa cepat kabin mobil menjadi dingin karena AC.

  • Selanjutnya, cairan freon yang telah berubah dimasukkan ke receiver dryer untuk menyaring kotoran yang bisa mengganggu kinerja mesin pendingin. Proses filterisasi ini penting untuk menjaga kebersihan AC.

  • Tahap ketiga adalah proses perubahan freon cair menjadi uap dingin melalui katup ekspansi. Cairan freon yang memiliki tekanan tinggi melewati katup tersebut dan berubah menjadi kabut atau uap dengan tekanan rendah.

  • Terakhir, uap freon yang sudah dingin dialirkan ke evaporator. Di sini, hawa dingin yang dihasilkan akan ditiupkan ke dalam kabin mobil sehingga memberikan kenyamanan kepada pengemudi dan penumpang.

Itulah komponen-komponen yang terdapat dalam sistem AC mobil dan cara kerja AC secara umum. Meskipun prinsip dasarnya mirip tetapi ada perbedaan dalam desain, kapasitas, dan efisiensi antara merek dan model mobil. 

Beberapa mobil dilengkapi dengan sistem AC yang lebih canggih, seperti pengaturan suhu otomatis atau filtrasi udara. Pemeliharaan yang tepat dan pemilihan suku cadang yang sesuai perlu dilakukan untuk menjaga kinerja AC mobil agar tetap optimal.

Jika Anda seorang mekanik atau pemilik bengkel, dapatkan pengetahuan mendalam tentang perawatan dan perbaikan AC mobil di SpeedPlus Otomotif. Di sini Anda bisa mengikuti kursus otomotif untuk  mempelajari segala hal tentang mobil, termasuk sistem AC.

5 Sistem Penting Kelistrikan Mobil yang Wajib untuk Diketahui

5 Sistem Penting Kelistrikan Mobil yang Wajib untuk Diketahui

Sistem kelistrikan mobil memiliki peran yang sangat vital setelah mesin mobil itu sendiri. Jika dalam bayangan Anda sistem kelistrikan ini hanya berfungsi agar lampu menyala dan starter bisa berfungsi dengan baik, itu salah besar.

Sistem kelistrikan sebenarnya memiliki cara kerja yang sangat rumit dengan fungsi yang kompleks. Bahkan jika ada salah satu komponen kelistrikan yang bermasalah maka ada kemungkinan mobil tidak bisa dihidupkan.


Sistem kelistrikan mobil yang wajib diketahui, Sumber: lifepal.co.id

Sistem kelistrikan mobil yang wajib diketahui, Sumber: lifepal.co.id

Komponen Sistem Kelistrikan Mobil

Sistem kelistrikan mobil memiliki komponen-komponen yang saling terhubung satu sama lain. Masing-masing komponen dihubungkan oleh kabel. Oleh karena itu, apabila ada bagian tertentu dari kabel yang terputus maka bisa membuat speedometer mobil mati.

Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah adalah 5 komponen utama yang ada dalam sistem kelistrikan mobil yang perlu Anda ketahui.

1. Supply Arus

Supply arus dalam sistem kelistrikan mobil adalah komponen utama yang menyediakan aliran listrik untuk berbagai komponen lain seperti AC, lampu, dan audio. Terdapat dua komponen utama yang termasuk dalam kategori supply arus.

Komponen tersebut yaitu baterai dan alternator (dinamo ampere). Baterai menyediakan arus hingga 12 volt, sedangkan alternator menyediakan arus hingga 14 volt. Jumlah baterai yang digunakan dalam mobil bervariasi sesuai dengan kebutuhan listriknya. 

Mobil-mobil berukuran besar seperti truk atau bus biasanya membutuhkan daya listrik yang lebih besar. Untuk itu mobil-mobil tersebut butuh baterai tambahan agar kebutuhan listriknya bisa terpenuhi.

2. Sistem Kontrol

Sistem kelistrikan mobil dikendalikan oleh komponen pengontrol. Sistem kontrol memiliki peran yang sangat penting, terutama untuk mobil-mobil modern yang menggunakan sistem computerized analytic. 

Sistem kontrol dikendalikan oleh serangkaian prosesor komputer yang bekerja dengan cara mengatur daya listrik mobil tanpa perlu komponen input eksternal. Teknologi ini memungkinkan sistem kontrol beroperasi secara otomatis tanpa intervensi pengemudi.

Contoh kelistrikan yang menggunakan sistem kontrol otomatis adalah sistem ABS, Engine Control Module, Transmission Control Module, dan Auto Leveling Headlamp. Sistem ini bisa merespons secara cepat dan efisien terhadap kondisi jalan dan situasi pengemudi.

3. Komponen Input

Komponen input adalah bagian dari sistem kelistrikan mobil yang bisa dikendalikan secara manual maupun otomatis oleh sistem. Input manual dapat berasal dari saklar, tombol, kenop, atau switch.

Sedangkan input otomatis diperoleh melalui sensor dan sistem komputerisasi kendaraan. Kelistrikan mobil menjadi aktif atau nonaktif bergantung pada komponen input yang menginisiasi proses tersebut.

Ketika komponen input diaktifkan, sistem listrik mobil juga akan aktif dan mengalirkan daya. Sebaliknya, saat komponen input dimatikan, aliran listrik juga akan terhenti. Jadi fungsi utama komponen input adalah menghubungkan atau memutuskan aliran listrik.


Terlihat sistem kelistrikan saat mobil dibongkar, Sumber: mitsubishi-motors.co.id

Terlihat sistem kelistrikan saat mobil dibongkar, Sumber: mitsubishi-motors.co.id

4. Komponen Output

Setelah komponen input menginisiasi aktivasi sistem kelistrikan mobil, diperlukan komponen output yang bekerja bersamaan dengan input. Komponen output akan menampilkan hasil kerja dari komponen input yang mengaktifkan sistem kelistrikan.

Jenis output yang dihasilkan juga sangat bervariasi tergantung dari fungsinya masing-masing. Contoh perangkat output antara lain adalah LED, lampu bohlam, motor wiper, washer pump, motor jendela, sistem audio, head unit, power steering, klakson, AC, dan masih banyak lagi.

Komponen output ini juga berperan penting dalam menjalankan fungsi-fungsi vital dalam kendaraan. Seperti pencahayaan, sistem pengaturan kaca, pengaturan suhu, audio, dan lain sebagainya.

5. Wiring Harness

Bagian terakhir dari komponen utama dalam sistem kelistrikan mobil adalah wiring harness atau rangkaian kabel. Komponen ini bertugas untuk mengalirkan listrik dari sumbernya, baik itu baterai atau alternator menuju perangkat kendaraan yang membutuhkan daya.

Jika dilihat secara sekilas, wiring harness mungkin terlihat seperti kabel biasa dalam sistem listrik. Namun sebenarnya rangkaian ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan memiliki kaitan erat antara kabel satu dengan lainnya.

Bahkan saat terjadi kerusakan pada salah satu bagian kabel, bisa saja mengakibatkan seluruh rangkaian harus diganti secara keseluruhan. Beberapa contoh komponen wiring harness meliputi wiring mesin, wiring sistem AC mobil, dan wiring audio.

Cara Kerja Sistem Kelistrikan Mobil

Berikut adalah penjelasan tentang cara kerja sistem kelistrikan mobil secara sederhana sehingga sangat mudah dipahami:

1. Alternator

Generator atau alternator berfungsi untuk menghasilkan listrik saat mesin mobil berjalan. Alternator mengubah energi mekanik dari mesin menjadi energi listrik melalui cara induksi elektromagnetik.

2. Aki atau Battery

Aki berfungsi sebagai penyimpan energi listrik untuk memasok daya ke sistem kelistrikan saat mesin mati. Aki juga berperan sebagai penyangga tegangan untuk menjaga konsistensi listrik saat mesin beroperasi.

3. Sistem Pengisian

Alternator akan mengisi ulang aki saat mobil berjalan. Sedangkan regulator tegangan berfungsi untuk mengontrol tegangan output alternator untuk mencegah overcharging pada aki mobil.

4. Sistem Starter

Ketika kunci kontak diputar ke posisi "start", sinyal listrik dikirimkan ke starter solenoid. Hal itu akan memicu motor starter untuk memutar flywheel. Pada saat itulah sistem pembakaran pada mesin mulai bekerja.


Perawatan sistem kelistrikan mobil, Sumber: seva.id

Perawatan sistem kelistrikan mobil, Sumber: seva.id

5. Distribusi Daya

Kabel listrik dan relay bertanggung jawab atas aliran daya dari aki ke berbagai sistem kelistrikan mobil. Fungsi utama distribusi daya adalah untuk mengalirkan daya secara efisien ke lampu, klakson, AC, dan perangkat lainnya.

6. Sensor dan Pengendali

Sensor-sensor seperti sensor suhu mesin, sensor kecepatan, dan sensor tekanan oli memberikan data kepada pengendali untuk mengontrol berbagai fungsi di dalam mobil. Pengendali elektronik bertugas mengatur sistem kelistrikan dan memastikan kinerjanya.

7. Perlindungan Kelistrikan

Fuse dan relay berperan sebagai perlindungan terhadap lonjakan arus listrik yang dapat merusak komponen-komponen elektronik. Jika terjadi korsleting atau beban berlebih, fuse akan terputus untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Itulah 5 komponen penting dalam sistem kelistrikan mobil beserta cara kerjanya. Sumber energi utama sistem kelistrikan mobil konvensional sebagian besar berasal dari bahan bakar minyak. Sedangkan pada mobil listrik semuanya berasal dari energi listrik.

Oleh karena itu, untuk menambah pengetahuan dan wawasan seputar sistem kelistrikan pada mobil-mobil keluaran terbaru seorang mekanik perlu mengikuti kelas kursus otomotif di SpeedPlus Otomotif.

Inilah 9 Fitur dan Teknologi Terbaru Mobil

Inilah 9 Fitur dan Teknologi Terbaru Mobil

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah tidak dapat terbendung lagi. Tentu saja hal itu membawa dampak positif terhadap dunia otomotif. Salah satu yang sedang booming saat ini adalah teknologi mobil listrik.

Selain mobil listrik, mobil dengan bahan bakar minyak juga telah mengalami perkembangan yang signifikan. Ada banyak sekali teknologi canggih dan fitur-fitur baru yang ditambahkan untuk menunjang performa kendaraan.


Informasi terkait perkembangan teknologi mobil, Sumber: hops.id

Informasi terkait perkembangan teknologi mobil, Sumber: hops.id

Fitur dan Teknologi Terbaru Mobil

Perkembangan teknologi mobil-mobil baru hadir untuk meningkatkan kenyamanan penggunanya. Produsen mobil berlomba-lomba menciptakan fitur canggih dan teknologi otomotif terbaru untuk menarik hati konsumen.

Tentu saja hal ini tak lepas dari persaingan bisnis yang semakin hari semakin ketat. Berikut ini adalah beberapa contoh fitur dan teknologi terbaru yang ada di mobil-mobil canggih:

1. Fitur Autopilot

Pada awalnya fitur autopilot hanya ditemukan pada pesawat terbang. Keberadaan fitur autopilot memungkinkan pesat untuk bergerak mengikuti navigasi tanpa harus mendapat kendali langsung dari seorang pilot. 

Fitur serupa saat ini sudah mulai diterapkan pada kendaraan mobil dengan sebutan autonomous drive. Dengan adanya fitur autonomous drive maka mobil bisa bergerak tanpa harus dikendalikan langsung oleh pengemudi.

Contoh mobil yang telah mengadopsi teknologi autonomous drive seperti BMW 7-Series dan Tesla Model S. Tesla Model S adalah sedan yang memiliki tampilan sporty dan didukung oleh mesin mobil listrik dengan tipe penggerak Dual 3-phase AC induction motor.

2. Teknologi Hybrid

Teknologi mobil hybrid memanfaat dua sumber energi yaitu listrik dan mesin bensin. Kombinasi keduanya mampu menghasilkan produk kendaraan yang memiliki kinerja lebih efisien dan ramah lingkungan.

Berkat kombinasi tersebut mobil hybrid juga menjadi lebih bertenaga. Mobil hybrid yang telah dilengkapi dengan plugin bisa melakukan pengisian daya listrik melalui sumber daya yang ada di rumah. Hal ini tentu saja bisa mengurangi ketergantungan pada charging station.

3. Automatic Safety Braking System

Meskipun sering dianggap mengganggu oleh beberapa orang karena responnya yang kadang berlebihan, automatic safety braking system sangat bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan dalam berkendara.

Mobil yang telah dilengkapi dengan automatic safety braking system ketika sedang bergerak lambat dan ternyata sensor mendeteksi adanya hambatan di depan, rem akan berfungsi secara otomatis yang tentunya bisa meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

4. Connected Cars

Connected cars adalah inovasi terbaru yang sangat bermanfaat. Dengan adanya teknologi connected cars mobil yang Anda kemudikan bisa dihubungkan dengan smartphone. Fitur ini bisa membuat Anda melakukan pemantauan kondisi kendaraan hanya dari smartphone.

Selain itu, mobil akan menjadi lebih aman karena connected car telah dilengkapi dengan sistem tracking yang terhubung ke smartphone. Jika terjadi pencurian, Anda bisa melacak kendaraan dan mematikan pengoprasian kedaraan dari jarak jauh.


Penggunaan fitur autopilot, Sumber: tagar.id

Penggunaan fitur autopilot, Sumber: tagar.id

5. Fitur Self-Leveling Suspension

Salah satu terobosan terbaru di bidang teknologi mobil yang mampu memberi manfaat besar yaitu fitur self-leveling suspension. Sebelum adanya fitur ini, suspensi mobil akan cenderung tertekan saat terdapat beban di bagian belakang.

Hal itu mengakibatkan bagian depan mobil terangkat dan mengurangi traksi roda depan. Akhirnya stabilitas mobil menjadi menurun dan berpotensi membahayakan penumpang. Dengan adanya teknologi self leveling suspension maka mobil menjadi lebih stabil.

6. Electromagnetic Parking Sensor

Meskipun sudah ditemukan sejak tahun 1992 silam, teknologi electromagnetic parking sensor masih dikembangkan hingga saat ini. Baru-baru ini electromagnetic parking sensor telah disempurnakan menjadi front and rear parking sensor.

Sensor elektromagnetik ini bekerja dengan cara mendeteksi objek di sekitar mobil yang ada di depan, belakang, atau samping. Bahkan beberapa mobil terbaru dilengkapi juga dengan kamera kecil sehingga pengemudi bisa menghindari tabrakan dan memudahkan parkir.

7. Automagnetic

Air maintenance technology adalah teknologi otomotif terbaru yang sangat bermanfaat bagi ban mobil. Dengan adanya automagnetic, maka ban secara otomatis bisa mengatur tekanan angin sesuai kebutuhan sehingga keseimbangan menjadi lebih terjaga.

Cara kerja teknologi ini memanfaatkan sensor yang terpasang di dalam rongga kecil untuk menghubungkan ke bagian dalam ban. Ketika ban berputar, udara akan masuk memenuhi setiap bagian ban secara merata

Beberapa keuntungan ditawarkan oleh teknologi mobil yang satu ini. Sebut saja seperti menjaga tekanan angin, meningkatkan traksi dan stabilitas kendaraan, memperpanjang umur ban, mengurangi risiko keausan, serta meningkatkan efisiensi bahan bakar.

8. Turbo Compound

Proses pembakaran yang terjadi dalam mesin mobil akan menghasilkan gas buang dan energi panas. Sayangnya energi tersebut sering terbuang sia-sia. Namun, ada teknologi terkini yang bisa mengubah energi panas tersebut menjadi turbocompounding.

Teknologi tersebut mampu mengambil kembali energi dari gas buang. Energi yang sudah dipulihkan kemudian dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin. Energi dari turbin kemudian digunakan untuk memutar komponen lain seperti kompresor udara atau generator listrik

Penggunaan teknologi turbocompounding ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar, mengurangi emisi gas buang, dan meningkatkan kinerja mesin mobil agar lebih optimal.


Adanya fitur automatic safety braking system, Sumber: tomtom.com

Adanya fitur automatic safety braking system, Sumber: tomtom.com

9. Pre Collision

Sesuai namanya, pre collision adalah sebuah sistem yang dipasang untuk mencegah terjadinya tabrakan. Jikapun kecelakaan tidak bisa dihindari maka sistem akan bekerja untuk meminimalisir dampak tabrakan.

Contoh mobil yang sudah dilengkapi dengan teknologi pre collision adalah Mercedez Benz dengan sistem PRE-SAFE. Sistem ini mampu mendeteksi potensi tabrakan melalui kalkulasi kecepatan, sudut kemudi, dan sensor-sensor di sekitar mobil. 

Setelah mendeteksi situasi berbahaya, dalam hitungan detik sistem secara otomatis akan mengencangkan sabuk pengaman, menyesuaikan ketinggian sandaran kepala, serta mengatur sudut sandaran kursi untuk memaksimalkan perlindungan penumpang. 

Itulah 9 fitur dan teknologi mobil terbaru yang hadir untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan dan kemudahan pada pengemudi. Simak terus informasi-informasi menarik lain seputar dunia otomotif hanya di SpeedPlus Otomotif.

Selain membagikan beragam informasi bermanfaat, Anda juga bisa mengikuti kursus otomotif di SpeedPlus Otomotif. Kelas yang tersedia diperuntukkan bagi teknisi atau pemilik bengkel yang ingin meningkatkan keahlian mereka di bidang otomotif.

6 Fungsi Bumper Mobil yang Lebih dari Sekedar Aksesoris

6 Fungsi Bumper Mobil yang Lebih dari Sekedar Aksesoris

Bumper mobil adalah salah satu komponen penting yang umumnya dipasang di bagian depan atau belakang kendaraan. Dengan desain dan bentuknya yang unik, fungsi bumper mobil tidak sebatas untuk tampilan visual saja. Lebih dari itu, bumper juga menjadi elemen pelindung yang signifikan untuk mobil atau penumpang.

Sekilas Tentang Bumper Mobil

Bumper pada kendaraan adalah bagian yang umumnya dilengkapi dengan engsel dan dibuat secara built-in. Dimana biasanya ditempatkan di bagian depan maupun belakang mobil. Namun, seringkali juga ditempatkan pada titik-titik ekstrim kendaraan baik itu di bagian depan maupun bagian belakang.


Desain dan penempatan bumper sendiri sangat bergantung pada ide desain dari pembuat mobil. Secara visual, bumper akan menyatu dengan desain keseluruhan kendaraan sehingga menciptakan kesan stylish, elegan, dan modern. 


Itulah yang akhirnya membuat banyak orang menganggap bumper hanya sebatas elemen dekoratif semata, padahal perannya lebih dari itu. Pada kenyataannya, bumper mobil memiliki fungsi atau peran sekunder yang sangat penting, khususnya dalam aspek keselamatan pejalan kaki.


Struktur berengsel dalam bumper dirancang untuk mencegah berbagai kerusakan pada bagian mobil yang mungkin terjadi ketika tabrakan. Sebagaimana bumper modern yang dirancang khusus dengan fokus pada ketahanan dan kemampuan untuk meredam benturan.


Bumper mobil memiliki berbagai jenis bahan yang dipilih sesuai desain kendaraan dan kebutuhan perusahaan pembuatnya. Dimana setiap jenis bahan memiliki karakteristiknya masing-masing yang memungkinkan untuk memberikan kombinasi optimal antara kekuatan, elastisitas, ketahanan terhadap suhu, dan tampilan visual.


Mengenal berbagai fungsi bumper mobil, Sumber: auto2000.co.id

Mengenal berbagai fungsi bumper mobil, Sumber: auto2000.co.id

Apa Fungsi Bumper pada Mobil?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, meskipun banyak diketahui sebagai aspek dekoratif nyatanya fungsi dari bumper tidak hanya terbatas untuk itu saja. Bumper yang terbagi menjadi bumper mobil depan dan bumper mobil belakang ini memiliki berbagai fungsi tambahan yang tidak kalah penting.


Kali ini, SpeedPlus Otomotif sebagai penyedia jasa kursus otomotif akan mengulas beberapa peran dari bumper kendaraan, apa saja? 

1. Sebagai Peredam Benturan

Ketika terjadi insiden tabrakan, umumnya bagian mobil yang pertama kali terkena dampak adalah bagian depan maupun belakang. Nah, bumper inilah yang berfungsi untuk meredam benturan atau hantaman dengan cara menyerap energi kinetik yang dihasilkan dari benturan tersebut.


Energi yang diserap oleh bumper diteruskan ke crumple zone. Crumple zone ini adalah area yang dirancang khusus untuk mengurangi dampak benturan secara maksimal.


Dengan kehadiran bumper yang dilengkapi dengan bantalan karet inilah yang dapat membantu meminimalkan resiko cedera parah ketika kecelakaan tak terduga terjadi sewaktu-waktu.

2. Sebagai Standar Keamanan

Seperti yang kita tahu, insiden kecelakaan mobil masih sering terjadi hingga saat ini. Tak jarang, dari insiden tersebut menyebabkan cedera pada penumpang maupun pengemudi kendaraan. Oleh sebab itu, keberadaan bumper mobil menjadi sangat penting dalam hal ini.


Bumper mobil yang berperan dalam meredam benturan dapat meminimalisir konsekuensi dan dampak buruk dari benturan tersebut. Sehingga efek dari kecelakaan dapat diperkecil dan meningkatkan potensi keselamatan bagi semua yang berada di dalam kendaraan tersebut.


Inilah yang mengharuskan bumper wajib mematuhi standar keamanan yang telah ditetapkan oleh badan regulasi dan otoritas berwenang. Dimana standar keamanan tersebut mengharuskan desain dan konstruksi bumper sesuai dengan aspek-aspek keamanan yang sudah melewati serangkaian uji coba. 


Uji coba untuk menjamin kinerjanya yang sesuai dengan standar keamanan. Proses pengujian inilah yang dirancang untuk memastikan bahwa bumper mampu memberikan perlindungan optimal kepada penumpang dan kendaraan dalam berbagai skenario benturan.

3. Meningkatkan Fungsi Aerodinamis

Selain memiliki desain yang estetis untuk meningkatkan tampilan, bumper juga memiliki fungsi tambahan dalam meningkatkan aerodinamis mobil untuk performa yang lebih optimal. Bahkan beberapa mobil juga dilengkapi dengan lipatan di bagian belakang bumper yang dirancang untuk menjaga downforce.


Dengan adanya lipatan ini, mobil dapat mempertahankan kestabilannya sehingga memberikan dampak positif terhadap kontrol dan kinerja keseluruhan mobil.


Tampilan bumper mobil yang keren, Sumber: skinnerautoworks.com

Tampilan bumper mobil yang keren, Sumber: skinnerautoworks.com

4. Melindungi Tangki Bensin

Nyatanya selain dapat melindungi mesin ketika terjadi benturan akibat kecelakaan, bumper mobil juga memiliki peran dalam menjaga tangki bensin. Ini sangat berdampak dalam meminimalisir potensi bahaya akibat tumpahan bensin ketika terjadi benturan, salah satunya resiko kebakaran yang mungkin terjadi.


Dengan adanya bumper, resiko akibat kebocoran dapat diminimalkan sehingga mampu memberikan perlindungan tambahan pada aspek keamanan kendaraan.

5. Rumah Lampu Kabut

Selain memiliki fungsi sebagai elemen pelindung, bumper mobil juga berperan sebagai tempat untuk memasang lampu kabut. Lampu kabut sendiri sangat bermanfaat, terutama ketika kondisi jalanan sedang penuh dengan kabut atau keadaan hujan.


Dengan adanya lampu kabut di bumper, pengemudi tetap dapat berkendara dengan aman dan nyaman meskipun sedang dalam cuaca yang kurang mendukung.

6. Tempat Sensor Parkir

Kemajuan teknologi di industri otomotif membawa inovasi berupa penggunaan sensor parkir. Sensor satu ini memiliki fungsi utama untuk memberikan peringatan tentang jarak kendaraan dengan objek di sekitarnya ketika sedang melakukan manuver parkir.


Sebagai informasi tambahan, sensor parkir biasanya dipasang di bagian bumper mobil belakang untuk memberikan fungsi secara optimal.


Bumper mobil bukan hanya sekedar aksesoris saja, Sumber: review.bukalapak.com

Bumper mobil bukan hanya sekedar aksesoris saja, Sumber: review.bukalapak.com


Itu dia enam fungsi penting dari adanya bumper pada mobil. Bukan hanya sekedar untuk tampilan visual saja, melainkan juga berperan cukup vital untuk kendaraan itu sendiri maupun untuk semua yang berada di dalamnya.


Jadi, mengingat begitu pentingnya keberadaan bumper, ketika Anda melakukan perawatan mobil jangan lupa juga untuk checking kondisi bumper. Agar bumper selalu dalam kondisi terbaiknya dan dapat memberikan perlindungan secara optimal.