Bagi banyak pengendara perawatan sepeda motor sering kali hanya berfokus pada penggantian oli dan ketersediaan bahan bakar saja. Padahal bagian sepeda motor terdiri dari ratusan komponen yang saling berkaitan untuk menjaga stabilitas dan keamanan.
Meski terdengar sederhana tapi faktanya mengabaikan bagian-bagian kecil bisa berdampak fatal. Terutama ketika Anda harus melakukan pengereman mendadak atau bermanuver di jalan yang licin.
Artikel ini akan membahas tentang komponen penting yang sering terlupakan dari perhatian pemilik motor. Dengan memahami dan merawat bagian ini Anda tidak hanya memperpanjang usia kendaraan namun juga menjaga keselamatan.

Jangan Disepelekan Ini 6 Bagian Penting Sepeda Motor
Perlu untuk dipahami bahwa keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kemahiran Anda dalam memutar gas. Namun juga pada kesiapan teknis kendaraan. Jangan tunggu hingga komponen sepeda motor rusak untuk melakukan perbaikan. Ini dia bagian penting pada sepeda motor yang wajib Anda periksa secara rutin.
1. Kondisi Ban dan Tekanan Angin
Ban jadi satu-satunya titik kontak antara motor dengan jalan. Sayangnya banyak pengendara yang baru mengisi tekanan angin ketika ban sudah terlihat kempes secara visual. Padahal tekanan ban yang kurang dapat menyebabkan berbagai masalah yang cukup serius.
Mulai dari dinding samping ban retak, suhu ban meningkat drastis hingga pengendalian motor menjadi berat atau tidak stabil. Selian tekanan perhatikan juga indikator Tread Wear Indicator (TWI) atau tanda segitiga di dinding ban.
Jika permukaan ban sudah sejajar dengan tanda tersebut artinya ban sudah gundul dan kehilangan daya cengkram. Ban yang aus sangat berbahaya saat melintasi jalan basah karena risiko hydroplaning dimana motor bisa tergelincir akibat gagal membuang air.
2. Cairan Minyak Rem (Brake Fluid)
Kebanyakan pengendara hanya berfokus pada ketebalan kampas rem tanpa memeriksa kondisi minyak rem di dalam master rem. Minyak rem bersifat higroskopis yang berarti menyerap air seiring berjalannya waktu.
Jika kadar air terlalu tinggi, titik didih minyak rem akan turun dan menyebabkan fenomena rem blong akibat ada gelembung udara dalam sistem hidrolik. Sangat disarankan untuk mengganti minyak rem setidaknya dua tahun sekali atau jika warnanya sudah berubah menjadi gelap.
Selain itu, penting juga bagi Anda untuk selalu memastikan volumenya berada di ambang batas aman pada pengintai master rem. Kelalaian dalam komponen cair ini bisa menyebabkan tuas rem terasa empuk tapi motor tidak kunjung berhenti.
3. Komstir (Steering Head Bearing)
Komstir merupakan komponen yang memungkinkan stang berbelok mulus. Posisinya yang tersembunyi dalam leher rangka banyak tidak disadari ketika komponen ini mulai aus. Gejala awal yang sering muncul adalah stang terasa kaku, berat saat berbelok hingga terasa goyang dan menendang saat melewati jalan bergelombang.
Jika dibiarkan rusak keseimbangan motor akan terganggu. Dalam kecepatan tinggi, komstir yang tidak stabil dapat menyebabkan stang bergetar hebat. Jadi pastikan untuk melakukan pelumasan ulang atau penggantian bearing jika Anda merasakan kejanggalan pada kendali stang.

4. Ketegangan dan Pelumas Rantai
Bagi pengguna motor bebek atau sport, rantai jadi penyalur tenaga utama dari mesin ke roda belakang. Namun biasanya rantai sering dibiarkan kering dan kotor hingga berkarat. Kondisi rantai semacam ini akan meningkatkan gesekan yang membuat komponen cepat panas dan berisik.
Bahkan dalam skenario terburuk rantai bisa terputus atau terlepas dari gear saat motor sedang melaju. Selain pelumasan, perhatikan pula jarak main atau kekencangan rantai. Rantai yang terlalu kendor dapat menyangkut pada pelindung rantai.
Sedangkan rantai yang terlalu kencang dapat membebani kerja mesin dan merusak seal transmisi. Jadi cek ketegangan rantai secara rutin setiap satu minggu sekali untuk memastikan penyaluran tenaga tetap optimal.
5. Bearing Roda (Laher Roda)
Bearing berfungsi sebagai poros agar roda bisa berputar dengan minim gesekan. Komponen ini sering terlupakan karena tertutup oleh hub roda atau as roda. Cara paling mudah untuk mengeceknya dengan menggoyangkan roda ke arah samping ketika motor dalam posisi standar tengah.
Jika Anda merasa ada celah atau goyangan maka bearing sudah aus. Bearing yang mengalami kerusakan akan menyebabkan putaran roda tidak presisi sehingga motor terasa tidak stabil meski jalanan rata.
Jika dibiarkan begitu saja bearing akan pecah dan mengunci putaran roda secara tiba-tiba. Mengingat harganya yang relatif murah usahakan tidak menunda penggantian komponen ini demi keselamatan berkendara.
6. Filter Udara
Filter udara mungkin terdengar seperti masalah performa mesin saja. Tapi faktanya bagian sepeda motor ini berkaitan dengan keamanan operasional. Filter yang kotor akan membuat motor mogok atau sering mati mendadak.
Kehilangan tenaga secara tiba-tiba dalam situasi kritis tentu akan sangat membahayakan ketika mengendarai sepeda motor. Debu dan kotoran yang menumpuk juga dapat masuk ke dalam ruang bahan bakar dan menyebabkan kerusakan permanen pada piston.
Jadi bersihkan atau ganti filter udara sesuai jadwal manual kendaraan. Berkat sirkulasi udara yang bersih motor akan lebih responsif, stabil dan memberikan keamanan berkendara. Sebab kendaraan Anda tidak akan mogok secara tiba-tiba.

Tingkatkan Skill Otomotif Anda Bersama Kami
Merawat sepeda motor bukan hanya soal estetika. Namun juga tentang memastikan setiap bagian sepeda motor tetap berfungsi optimal. Keenam bagian atas sering dianggap remeh namun kegagalan dalam salah satu poin ini bisa berakibat fatal.
Namun kami memahami bahwa semua orang memiliki waktu atau pemahaman teknis yang mendalam untuk melakukan perawatan mandiri. Disinilah pentingnya memiliki keahlian mekanik yang mumpuni baik untuk kebutuhan pribadi atau sebagai modal karir di dunia otomotif.
Jika Anda ingin mendalami lebih jauh tentang dunia otomotif SpeedPlus Otomotif hadir sebagai solusi tepat. Sebagai jasa kursus otomotif kami siap membantu Anda meningkatkan skill otomotif melalui bimbingan instruktur berpengalaman dan kurikulum yang aplikatif.