6 Bagian Penting Sepeda Motor yang Sering Diabaikan, Padahal Krusial untuk Keselamatan

Bagi banyak pengendara perawatan sepeda motor sering kali hanya berfokus pada penggantian oli dan ketersediaan bahan bakar saja. Padahal bagian sepeda motor terdiri dari ratusan komponen yang saling berkaitan untuk menjaga stabilitas dan keamanan. 


Meski terdengar sederhana tapi faktanya mengabaikan bagian-bagian kecil bisa berdampak fatal. Terutama ketika Anda harus melakukan pengereman mendadak atau bermanuver di jalan yang licin. 


Artikel ini akan membahas tentang komponen penting yang sering terlupakan dari perhatian pemilik motor. Dengan memahami dan merawat bagian ini Anda tidak hanya memperpanjang usia kendaraan namun juga menjaga keselamatan.

Manufaktur Sepeda Motor, sumber Otosia

Jangan Disepelekan Ini 6 Bagian Penting Sepeda Motor 

Perlu untuk dipahami bahwa keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kemahiran Anda dalam memutar gas. Namun juga pada kesiapan teknis kendaraan. Jangan tunggu hingga komponen sepeda motor rusak untuk melakukan perbaikan. Ini dia bagian penting pada sepeda motor yang wajib Anda periksa secara rutin. 

1. Kondisi Ban dan Tekanan Angin

Ban jadi satu-satunya titik kontak antara motor dengan jalan. Sayangnya banyak pengendara yang baru mengisi tekanan angin ketika ban sudah terlihat kempes secara visual. Padahal tekanan ban yang kurang dapat menyebabkan berbagai masalah yang cukup serius. 


Mulai dari dinding samping ban retak, suhu ban meningkat drastis hingga pengendalian motor menjadi berat atau tidak stabil. Selian tekanan perhatikan juga indikator Tread Wear Indicator (TWI) atau tanda segitiga di dinding ban. 


Jika permukaan ban sudah sejajar dengan tanda tersebut artinya ban sudah gundul dan kehilangan daya cengkram. Ban yang aus sangat berbahaya saat melintasi jalan basah karena risiko hydroplaning dimana motor bisa tergelincir akibat gagal membuang air. 

2. Cairan Minyak Rem (Brake Fluid)

Kebanyakan pengendara hanya berfokus pada ketebalan kampas rem tanpa memeriksa kondisi minyak rem di dalam master rem. Minyak rem bersifat higroskopis yang berarti menyerap air seiring berjalannya waktu. 


Jika kadar air terlalu tinggi, titik didih minyak rem akan turun dan menyebabkan fenomena rem blong akibat ada gelembung udara dalam sistem hidrolik. Sangat disarankan untuk mengganti minyak rem setidaknya dua tahun sekali atau jika warnanya sudah berubah menjadi gelap.


Selain itu, penting juga bagi Anda untuk selalu memastikan volumenya berada di ambang batas aman pada pengintai master rem. Kelalaian dalam komponen cair ini bisa menyebabkan tuas rem terasa empuk tapi motor tidak kunjung berhenti. 

3. Komstir (Steering Head Bearing)

Komstir merupakan komponen yang memungkinkan stang berbelok mulus. Posisinya yang tersembunyi dalam leher rangka banyak tidak disadari ketika komponen ini mulai aus. Gejala awal yang sering muncul adalah stang terasa kaku, berat saat berbelok hingga terasa goyang dan menendang saat melewati jalan bergelombang.


Jika dibiarkan rusak keseimbangan motor akan terganggu. Dalam kecepatan tinggi, komstir yang tidak stabil dapat menyebabkan stang bergetar hebat. Jadi pastikan untuk melakukan pelumasan ulang atau penggantian bearing jika Anda merasakan kejanggalan pada kendali stang.

Industri Kendaraan Roda Dua, sumber Astra

4. Ketegangan dan Pelumas Rantai

Bagi pengguna motor bebek atau sport, rantai jadi penyalur tenaga utama dari mesin ke roda belakang. Namun biasanya rantai sering dibiarkan kering dan kotor hingga berkarat. Kondisi rantai semacam ini akan meningkatkan gesekan yang membuat komponen cepat panas dan berisik. 


Bahkan dalam skenario terburuk rantai bisa terputus atau terlepas dari gear saat motor sedang melaju. Selain pelumasan, perhatikan pula jarak main atau kekencangan rantai. Rantai yang terlalu kendor dapat menyangkut pada pelindung rantai.


Sedangkan rantai yang terlalu kencang dapat membebani kerja mesin dan merusak seal transmisi. Jadi cek ketegangan rantai secara rutin setiap satu minggu sekali untuk memastikan penyaluran tenaga tetap optimal.

5. Bearing Roda (Laher Roda)

Bearing berfungsi sebagai poros agar roda bisa berputar dengan minim gesekan. Komponen ini sering terlupakan karena tertutup oleh hub roda atau as roda. Cara paling mudah untuk mengeceknya dengan menggoyangkan roda ke arah samping ketika motor dalam posisi standar tengah. 


Jika Anda merasa ada celah atau goyangan maka bearing sudah aus. Bearing yang mengalami kerusakan akan menyebabkan putaran roda tidak presisi sehingga motor terasa tidak stabil meski jalanan rata.


Jika dibiarkan begitu saja bearing akan pecah dan mengunci putaran roda secara tiba-tiba. Mengingat harganya yang relatif murah usahakan tidak menunda penggantian komponen ini demi keselamatan berkendara.

6. Filter Udara

Filter udara mungkin terdengar seperti masalah performa mesin saja. Tapi faktanya bagian sepeda motor ini berkaitan dengan keamanan operasional. Filter yang kotor akan membuat motor mogok atau sering mati mendadak.


Kehilangan tenaga secara tiba-tiba dalam situasi kritis tentu akan sangat membahayakan ketika mengendarai sepeda motor. Debu dan kotoran yang menumpuk juga dapat masuk ke dalam ruang bahan bakar dan menyebabkan kerusakan permanen pada piston.


Jadi bersihkan atau ganti filter udara sesuai jadwal manual kendaraan. Berkat sirkulasi udara yang bersih motor akan lebih responsif, stabil dan memberikan keamanan berkendara. Sebab kendaraan Anda tidak akan mogok secara tiba-tiba.


Aki Motor, sumber Moladin

Tingkatkan Skill Otomotif Anda Bersama Kami

Merawat sepeda motor bukan hanya soal estetika. Namun juga tentang memastikan setiap bagian sepeda motor tetap berfungsi optimal. Keenam bagian atas sering dianggap remeh namun kegagalan dalam salah satu poin ini bisa berakibat fatal.


Namun kami memahami bahwa semua orang memiliki waktu atau pemahaman teknis yang mendalam untuk melakukan perawatan mandiri. Disinilah pentingnya memiliki keahlian mekanik yang mumpuni baik untuk kebutuhan pribadi atau sebagai modal karir di dunia otomotif.


Jika Anda ingin mendalami lebih jauh tentang dunia otomotif SpeedPlus Otomotif hadir sebagai solusi tepat. Sebagai jasa kursus otomotif kami siap membantu Anda meningkatkan skill otomotif melalui bimbingan instruktur berpengalaman dan kurikulum yang aplikatif.

7 Tips Mudah Merawat Motor saat Musim Hujan

Saat memasuki musim hujan, para pengendara sepeda motor wajib memberi perawatan ekstra. Hal itu dikarenakan air hujan bisa merusak cat pada body motor dan bahkan jeroan mesinnya. Oleh karena itu penting sekali mengetahui tentang bagaimana cara merawat motor saat hujan agar tetap awet.

Perawatan umum yang biasanya dilakukan oleh kebanyakan orang adalah memanaskan mesin dan mengganti oli secara berkala. Tentu saja hal itu tidaklah cukup untuk melindungi mesin dari kerusakan, terutama di musim hujan.


Tips merawat motor saat musim hujan, Sumber: review.bukalapak.com

Tips merawat motor saat musim hujan, Sumber: review.bukalapak.com

Cara Merawat Motor di Musim Hujan

Bagi Anda yang telah ikut kursus otomotif, sedikit banyak tentu tahu bagaimana cara merawat motor saat musim hujan. Namun bagi Anda yang masih sangat awam terhadap dunia otomotif, pengetahuan ini masih perlu dipelajari. 

Berikut ini adalah beberapa tips merawat sepeda motor saat musim hujan yang wajib Anda ketahui.

1. Memanaskan Mesin Motor

Cara merawat motor saat hujan yang pertama yaitu rutin memanaskan mesin. Akhir-akhir ini memang banyak ilmu beredar bahwa sepeda motor baru tidak perlu dipanaskan seperti sepeda motor keluaran dulu. 

Namun dengan memanaskan mesin sepeda motor, Anda bisa memastikan bahwa mesin bisa bekerja dengan baik sebelum digunakan untuk berkendara. Terlebih saat musim hujan, komponen mesin yang sebagian besar terbuat dari logam bisa mengalami perubahan. 

Meskipun perubahannya tidak terlalu signifikan, aktivitas mesin yang selalu panas saat digunakan dalam kondisi lingkungan yang sedang hujan akan memberi dampak negatif. Jadi Anda tetap perlu memanaskan mesin sebelum dipakai. Terutama saat musim hujan.

2. Memeriksa Tekanan Ban

Ketika musim hujan, suhu udara cenderung akan mengalami penurunan.  Perubahan suhu dari panas ke dingin bisa berdampak pada perubahan tekanan ban motor. Oleh karena itu Anda perlu melakukan pemeriksaan tekanan angin pada ban motor untuk memastikan ban tidak kempes.

Tekanan angin ban motor perlu diperhatikan karena kondisi jalan yang basah dapat mempengaruhi daya cengkram ban. Tekanan yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kinerja kendaraan dan keamanan berkendara.

Terutama saat Anda melintas pada permukaan jalan yang licin akibat hujan. Pastikan tekanan angin sesuai dengan standar pabrikan untuk menjaga stabilitas motor. Hal itu adalah salah satu upaya untuk menghindarkan diri dari kecelakaan yang tidak diinginkan.

3. Membersihkan Bagian yang Rentan Kotor

Cara merawat motor saat hujan tentu saja dengan selalu menjaga kebersihannya. Namun mencuci motor setiap hari memang bukan pekerjaan yang mudah. Selain membutuhkan waktu dan tenaga, mencuci motor juga butuh biaya untuk membayar tagihan air. 

Jika Anda membawanya ke tempat pencucian setiap hari justru akan jauh lebih mahal. Untuk mengatasi permasalahan yang satu ini Anda cukup membersihkan bagian yang rentan saja. Pertama adalah filter udara. Filter yang basah atau kotor bisa mempengaruhi tekanan mesin dan kinerja mesin. 

Pastikan filter udara tetap bersih dan kering. Knalpot juga perlu diperhatikan untuk menjaga kelancaran pembuangan gas sisa pembakaran dari mesin. Bersihkan juga semua bagian bawah motor seperti ban dan sekitarnya.


Mengendarai sepeda motor saat hujan, Sumber: Moladin

Mengendarai sepeda motor saat hujan, Sumber: Moladin

4. Ganti Oli Secara Rutin

Cara merawat motor saat hujan yang tidak boleh Anda lewatkan yaitu ganti oli secara rutin. Banyak pengendara sepeda motor yang tidak mengetahui fenomena terkait perubahan warna oli motor akibat berkendara saat hujan atau banjir. 

Perubahan warna oli bisa disebabkan tercemarnya oli motor oleh kondisi lingkungan yang lembab dan basah. Jika oli terkontaminasi, kinerja mesin yang menggunakan oli sebagai pelumas dapat terpengaruh. Satu-satu solusinya adalah mengganti oli dengan yang baru. 

Namun jika tidak terjadi perubahan pada warna oli, kemungkinan kondisi oli masih aman. Jadi Anda perlu memastikan bahwa oli tidak terkontaminasi. Jangan lupa juga ganti secara rutin sesuai jadwal yang sudah ditentukan atau saat oli telah terkontaminasi.

5. Periksa Bagian Kelistrikan

Saat cuaca hujan, sepeda motor kerap mengalami masalah pada bagian kelistrikannya. Biasanya hal ini terjadi karena paparan air. Sifat listrik yang tidak cocok dengan kelembaban bisa membuat bagian kelistrikan pada sepeda motor rentan mengalami kerusakan. 

Meski sepeda motor umumnya dirancang dengan perlindungan tertutup untuk bagian kelistrikannya, pemakaian motor yang sudah lama bisa membuat beberapa bagian tidak lagi terlindungi secara optimal. Bagian yang rentan mengalami kerusakan adalah busi. 

Bagian lain yang rentan mengalami gangguan yaitu lampu. Padahal lampu memiliki peran krusial bagi pengendara motor. Oleh karena itu wajib hukumnya memastikan keamanan dan fungsionalitas bagian kelistrikan, terutama saat musim hujan.

6. Memeriksa Kanvas Rem dan Piston Cakram Rem

Kanvas rem dan piston cakram rem merupakan komponen penting pada sistem pengereman sepeda motor. Kanvas rem umumnya terbuat dari asbestos. Bahan tersebut jika terpapar air akan menggelembung dan mengeras saat kering. 

Setelah mencuci motor atau terkena hujan, sebaiknya Anda lebih sering menggunakan pedal rem. Itu akan membuat kanvas cepat kering. Jika tidak dilakukan, rem motor akan terasa keras saat diinjak. 

Jangan lupa bersihkan juga bagian rem cakram karena posisinya yang terbuka. Ketika melalui genangan air, kotoran bisa dengan mudah menempel pada cakram motor. Melakukan perawatan secara teratur akan bisa menjaga kinerja motor agar tetap optimal.


Melakukan perawatan rutin pada motor, Sumber: presisi.co

Melakukan perawatan rutin pada motor, Sumber: presisi.co

7. Hindari Genangan Air

Cara merawat motor saat hujan sebagai tindakan antisipasi yaitu dengan menghindari genangan air. Melintas di atas genangan air saat berkendara dapat menyebabkan masuknya air ke bagian-bagian vital motor.

Air yang masuk ke dalam mesin dapat merusak komponen-komponen sensitif, menyebabkan korosi, dan mengurangi kinerja motor secara keseluruhan. Oleh karena itu, perhatikan kondisi jalan dan pilih rute yang tidak memiliki genangan air yang terlalu dalam. 

Tindakan tersebut sesuai dengan aturan mengendarai sepeda motor yang menekankan pada kehati-hatian, tindakan pencegahan kecelakaan, dan pemeliharaan kendaraan agar selalu dalam kondisi baik

Itulah 7 cara merawat motor saat hujan yang bisa Anda ikuti. Berikan perawatan terbaik pada motor Anda saat musim hujan dengan tips-tips tersebut. Jangan lupa simak informasi menarik lain seputar kendaraan hanya di kursusotomotif.com.